Batam, Laluannegeri.com— Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Singapura ke-60 dan menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, Yayasan Sahabat Ainon Ibrahim (YSAI) menggelar kegiatan amal di Pulau Lance, Kota Batam. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan pendidikan dan spiritual kepada masyarakat setempat, khususnya anak-anak santri dan majelis taklim.
YSAI menyalurkan bantuan berupa rehal (meja belajar mengaji), buku Berzanji, serta buku Surah Yasiin kepada TPQ Nurul Haq dan Majelis Taklim Nurul Haq Pulau Lance. Seluruh bantuan berasal dari para donatur yang berdomisili di Singapura dan disalurkan melalui YSAI sebagai lembaga yang dipercaya untuk menjalankan amanah tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Eko Istiyanto selaku pengurus YSAI, aktivis sosial Batam Fakhrudin, Ustadz Ari sebagai pengasuh TPQ Nurul Haq, serta ibu-ibu perwakilan Majelis Taklim dan para santri.
Eko Istiyanto menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara YSAI, para donatur, aktivis sosial, dan tokoh masyarakat Pulau Lance. “Beribu-ribu terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah dan dapat terus berlanjut. ‘Bergerak, Bermanfaat, Berpahala’ adalah semangat yang akan terus kami gelorakan,” ujarnya.
Fakhrudin, yang telah aktif melakukan kegiatan sosial di Pulau Lance selama enam tahun terakhir, menyambut baik kehadiran YSAI yang kembali menggelar aksi amal di wilayah tersebut. “Terima kasih kepada YSAI dan para donatur atas bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat Pulau Lance,” tuturnya.
Ustadz Ari, pengasuh TPQ Nurul Haq, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Ia menekankan bahwa rehal sangat dibutuhkan oleh para santri untuk menunjang kegiatan belajar mengaji. “Insyaallah pahala akan mengalir kepada para donatur dan keluarga besar YSAI,” katanya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Eko Istiyanto dan Fakhrudin kepada Ustadz Ari dan perwakilan ibu-ibu Majelis Taklim. Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.
Sebagai penutup, Ustadz Ari memimpin doa bersama, mendoakan para donatur agar senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kelapangan rezeki, dan perlindungan dari Allah SWT.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas negara dan komunitas dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat, sekaligus mempererat tali persaudaraan dalam semangat kemerdekaan.


















