Batam – Peredaran narkoba di era digital semakin mengkhawatirkan. Kemudahan akses teknologi yang seharusnya membawa manfaat, justru dimanfaatkan oleh jaringan pengedar untuk memperluas pasar. Modus penjualan kini tidak lagi terbatas pada transaksi tatap muka, melainkan merambah ke media sosial, aplikasi pesan instan, hingga platform belanja online.
Pakar kriminologi menilai, pola peredaran narkoba di era digital jauh lebih sulit dideteksi. “Pengedar memanfaatkan anonimitas dunia maya. Mereka bertransaksi dengan kode tertentu, bahkan menggunakan mata uang digital untuk menghindari jejak,” ungkap seorang pengamat keamanan siber.
Fenomena ini membuat generasi muda menjadi kelompok paling rentan. Dengan tingkat literasi digital yang tinggi, mereka mudah terhubung dengan berbagai kanal komunikasi. Sayangnya, tanpa pengawasan yang ketat, akses tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi narkoba.
Selain merusak kesehatan fisik dan mental, narkoba juga berdampak pada masa depan generasi bangsa. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan, sebagian besar pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan usia produktif. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya potensi sumber daya manusia yang seharusnya menjadi motor pembangunan.
Upaya pencegahan pun harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Edukasi bahaya narkoba tidak cukup hanya dilakukan secara konvensional, melainkan juga melalui kampanye digital yang menyasar media sosial dan platform yang digemari anak muda. “Kita harus melawan narkoba dengan cara yang relevan. Jika pengedar masuk lewat dunia digital, maka edukasi dan pengawasan juga harus hadir di sana,” tegas seorang aktivis anti-narkoba.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap pola peredaran narkoba modern. Orang tua diharapkan aktif mengawasi aktivitas digital anak, sementara pemerintah dan aparat penegak hukum dituntut memperkuat sistem pengawasan siber.
Eko Istiyanto, selaku Event Operation Lead dari Ultimate Friends Indonesia, menegaskan komitmennya untuk terus mengkampanyekan bahaya narkoba di kalangan anak muda. Bekerja sama dengan komunitas Ultimate Friends Singapura, pihaknya akan menggelar seminar-seminar tentang bahaya narkoba di sekolah-sekolah dan bagi para orang tua di Batam secara berkala. “Bahaya narkoba harus diperkenalkan sejak dini karena cara peredarannya beragam dan sangat cepat di era digital sekarang ini,” ujarnya.
Bahaya narkoba di era digital bukan sekadar isu kriminal, melainkan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Tanpa kesadaran kolektif dan langkah nyata, generasi muda bisa menjadi korban utama dari kejahatan yang semakin canggih ini. (HE)


















