Laluannegeri.com, Kabupaten Semarang – Salatiga, Yayasan Sahabat Ainon Ibrahim (YSAI) kembali menghadirkan terobosan sosial dan edukasi keagamaan melalui kegiatan Wisata Qurban 1447 H. Program ini tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan ibadah qurban, tetapi juga dikemas dengan nuansa wisata edukatif yang melibatkan masyarakat untuk memahami makna qurban secara lebih mendalam.
Rangkaian Kegiatan
Acara diawali dengan pembacaan khataman 30 Juzz Al Qur’an oleh 15 santri. Setelah itu, prosesi pemotongan hewan qurban dimulai di Masjid Darussalam, Kabupaten Semarang, tepat setelah Sholat Idul Adha.
Founder YSAI, Abdul Rahman, menyerahkan secara simbolis seekor lembu kepada Pak Lurah Muhtarom Dusun Karangsari, Desa Bakalrejo. Acara ini dihadiri tokoh masyarakat, imam masjid, serta ratusan warga. YSAI juga menyalurkan 57 mushaf Al Qur’an dan 30 buku Iqro’ untuk TPQ dan mushola sekitar. Sebanyak 400 paket daging qurban dibagikan kepada masyarakat, serta 50 fakir miskin menerima santunan. Muhtarom selaku Pak Lurah dan mewakili masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada YSAI yang jauh jauh datang dari Singapura untuk melaksanakan ibadah qurban di desa kami, semoga menjadi amal kebaikan untuk Shohibul Qurban dan YSAI.

Hari kedua, pemotongan dilaksanakan di Mushola Al Muttaqin, Salatiga. Acara diawali dengan doa bersama untuk shohibul aqiqah dan shohibul qurban yang diamanahkan kepada YSAI. Dilanjutkan Abdul Rahman menyerahkan kambing besar kepada Ketua Takmir Mushola, Ustadz Salamun. Acara dihadiri sekitar 50 jamaah, dengan distribusi 150 paket daging qurban. Ustadz Salamun menyampaikan rasa syukur karena ini merupakan kali pertama mushola tersebut melaksanakan pemotongan qurban dan menyampaikan harapannya semoga ibadah qrban tahun depan 1448 H bisa kembali lagi ke Mushola kami.
Wisata Alam Qurban bersama YSAI
Usai ibadah qurban, rombongan YSAI yang terdiri dari Abdul Rahman, Nur laila, Abdullah, Hartini dan Eko Istiyanto melaksanakan wisata dengan menikmati wisata alam Jawa Tengah, di antaranya:
- Taman Bunga Celosia (Semarang)
- Puncak Gunung Telomoyo (Magelang)
- Dusun Semilir (Semarang)
- Wisata Kuliner Alam khas Kabupaten Semarang & Salatiga
Pesan dan Harapan
Abdul Rahman menekankan bahwa Wisata Qurban adalah sarana mempererat ukhuwah dan solidaritas sosial. “Wisata Qurban bukan hanya ritual, tetapi wadah kebersamaan. InsyaAllah tahun depan 1448 H, YSAI akan berkongsi dengan komunitas dari Singapura untuk melaksanakan wisata qurban di Jawa Indonesia,” ujarnya.
Penanggung jawab YSAI, Eko Istiyanto, menambahkan: “Melalui Wisata Qurban, kita bisa belajar, berwisata, sekaligus beramal. Daging qurban disalurkan kepada warga yang membutuhkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan.”
Kesimpulan
Wisata Qurban 1447 H yang digagas YSAI menjadi inspirasi baru dalam mengemas ibadah qurban dengan nilai edukasi, wisata, dan kepedulian sosial. YSAI berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang menebar manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat luas. (HE)


















