banner 728x250
Berita  

Dasco Bungkam Tujuh Bulan: Bom Waktu Judi Kamboja Goyang Fondasi Partai

banner 120x600
banner 468x60

Wanda Assyura: “Diamnya Elite Adalah Pengkhianatan Demokrasi”

JAKARTA, laluannegeri.com –T ujuh bulan telah berlalu sejak Majalah Tempo mengungkap dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam bisnis judi online di Kamboja. Namun hingga kini, politisi Partai Gerindra itu memilih bungkam. Tidak ada bantahan, tidak ada klarifikasi. Publik pun bertanya-tanya, mengapa seorang pejabat setinggi Dasco memilih diam di tengah tuduhan serius yang berpotensi mengguncang fondasi partai penguasa?

banner 325x300

 

Laporan investigasi Tempo edisi 6 April 2025 bertajuk “Pengusaha dan Politikus Pengendali Judi Online di Kamboja” menyebut nama Dasco tercatat dalam dokumen perusahaan Golden Princess Hotel & Casino, yang beroperasi di kawasan Bavet City, perbatasan Kamboja–Vietnam. Dugaan itu semakin relevan setelah muncul berbagai kasus perdagangan orang dan eksploitasi digital terhadap ribuan WNI yang dipaksa bekerja di kompleks serupa.

 

Redaksi Tempo mengaku telah berulang kali berusaha meminta tanggapan dari Dasco sebelum publikasi, namun tidak satu pun pesan, panggilan, maupun surat resmi direspons. Hanya beberapa kader Gerindra yang kemudian pasang badan, menyebut laporan itu sebagai “fitnah politik menjelang konsolidasi kabinet.” Ketua Harian Gerindra, Ahmad Muzani, bahkan menyebut tudingan tersebut sebagai “insinuasi tingkat tinggi”. Namun fakta dokumen bisnis yang memuat nama Dasco tetap menjadi tanda tanya besar.

 

Sikap bungkam Dasco justru memicu berbagai spekulasi di ruang publik. Di tengah maraknya isu perdagangan manusia dan judi daring lintas negara, diamnya pejabat publik dianggap bukan kebijaksanaan, melainkan bentuk keangkuhan.

“Diamnya bukan strategi cerdas, tapi gejala feodalisme elite,” ujar Wanda Assyura, aktivis antikorupsi sekaligus Ketua Pemuda Aceh–Jakarta, kepada Vokal Publika, Minggu (2/11/2025). “Wakil rakyat yang diam ketika rakyat disiksa di Kamboja adalah pengkhianat demokrasi,” tegasnya.

 

Tagar #DascoBukaSuara kini ramai di media sosial. Sejumlah aktivis mendesak PPATK untuk mengaudit rekening milik Dasco serta KPK agar menelusuri Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Viral pula video penyiksaan terhadap WNI di kompleks judi Bavet City di TikTok dan X (Twitter) yang kian memperkuat tekanan publik. Sementara itu, posisi komunikasi politik Gerindra tampak mulai lebih banyak dipegang oleh Sjafrie Sjamsoeddin, menandakan meredupnya peran Dasco di lingkar inti partai.

 

Wanda menilai kasus ini tak bisa dianggap sepele. “Sebagai pendukung Prabowo, saya khawatir Dasco jadi batu sandungan moral. Gerindra harus bersih. Kalau tidak, kepercayaan publik bisa runtuh,” ujarnya. Menurutnya, keberanian Prabowo menjaga integritas partai akan diuji dari cara menghadapi dugaan tersebut.

 

Pemerintah sendiri tengah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Judi Online, yang diharapkan menjadi simbol ketegasan negara dalam memberantas kejahatan digital lintas batas. Namun, jika benar ada elite politik yang terlibat, kredibilitas kebijakan itu akan runtuh. “Satgas akan kehilangan wibawa jika hanya berani menyentuh rakyat kecil, tapi tidak berani menyentuh elite,” kata Wanda yang juga dikenal sebagai simpatisan 08.

 

Hingga berita ini diturunkan, Sufmi Dasco Ahmad belum memberikan pernyataan publik apa pun. Ia masih menjalankan aktivitas kedewanan, namun selalu menghindari pertanyaan media. Bagi sebagian pihak, sikap ini terlihat sebagai strategi diam agar isu padam dengan sendirinya. “Ini impunitas klasik. Bicara berisiko membuka bukti baru, maka bungkam dianggap aman,” ujar Wanda.

 

Sumber hukum di PPATK membenarkan adanya pemantauan transaksi lintas negara terkait jaringan kasino di Kamboja. Namun, belum ada keterangan resmi apakah nama Dasco termasuk dalam radar tersebut. Sementara di Senayan, sejumlah anggota Komisi III DPR mendesak KPK untuk memastikan transparansi dan kepastian hukum atas dugaan ini.

 

Dalam grup internal Partai Gerindra, isu Dasco disebut menjadi topik sensitif. Beberapa kader memilih diam, sementara lainnya berharap Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas jika tudingan itu terbukti. “Gerindra harus menang dengan moral yang bersih,” kata Wanda. “Dasco ini bom waktu. Kalau tidak segera ditangani, bisa merusak reputasi partai bahkan presiden sendiri.”

 

Publik kini menunggu kejelasan. Jika Dasco memang bersih, sudah saatnya membuka semua data rekening, aset keluarga, dan rekam transaksi luar negeri. Namun jika memilih terus diam, persepsi publik bisa berubah menjadi keyakinan. Dalam politik, diam bukan selalu emas—kadang justru tanda bahaya yang berdetak pelan, menunggu waktu untuk meledak.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *